Postingan

Menampilkan postingan dengan label fiksi

Jodoh Tak Ke Mana, Sayang

Gambar
Memang benar, bahwa tak ada yang sia-sia dari sebuah penantian. Semua akan tiba pada saatnya, pada saat terbaik menurut Tuhan. “Cantiknya,” puji orang-orang yang melihatnya. Riasan natural ditambah dengan perpaduan warna hijab merah muda dan ungu yang melingkar di kepalanya membuat Rani tampil tak biasa hari ini. Hari ini adalah hari bahagianya, telah bertahun-tahun ia lewati dalam penantian juga doa. Dan ternyata Tuhan punya cara sendiri dalam mengabulkan harapnya selama ini. Usia Rani telah menginjak setengah abad, dan lelaki yang mengucap ijab kabul di sampingnya itu adalah lelaki yang usianya terpaut dua puluh tahun lebih muda darinya. Lelaki gagah itu bernama Bagas.

Langkah Kaki yang Tak Pernah Gontai

Gambar
Dia berjalan Meminjam hujan Untuk menyembunyikan  air matanya Dia duduk sejenak Meminjam angin Untuk menghapus peluhnya

Peternak Puisi

Gambar
Setiap harinya, ia bangun sebelum ayam berlomba untuk berkokok. Bergegas mandi kemudian bersiap menuju pasar. Di pasar yang jaraknya sekitar satu kilometer dari rumah, ia berbelanja banyak kata yang nantinya ia rangkai menjadi sebuah kalimat, kemudian baris, dan menjadi bait-bait yang indah. Ia menamakan benda tersebut dengan puisi.

Melestarikan Rindu yang Mulai Punah

Gambar
Begini, tempo hari kamu datang padaku dengan membawa satu kantong rindu yang terakhir. Katamu rindu sudah mulai punah, dan kamu tak mampu berbuat apa-apa. Aku menggelengkan kepala, tak setuju dengan perkataanmu. Sebegitu menyerahkah kamu tentang rindu-rindu yang tersisa?

Arnold Leopard

Gambar
Sepertinya aku jatuh cinta. Lelaki misterius itu selalu membuatku candu. Awalnya aku hanya melewati sebuah rumah megah bercat merah. Aku sendiri tak tahu apa yang sedang dia lakukan saat itu. Hari-hari berikutnya, aku melakukan hal yang sama, melewati rumah yang sepertinya lebih cocok bila disebut dengan bangunan tua. Lelaki itu lagi. Selalu dengan posisi yang hampir sama, duduk di bangku besar dengan secangkir minuman, atau duduk dengan sebuah buku di genggamannya. “Maaf……” Tanganku seakan lancang membuka pintu tanpa permisi terlebih dahulu. Dia tak berkutik, hanya menoleh sedikit tanpa mengatakan apa-apa. “Maaf, aku lancang, aku hanya ingin tahu…... Ah, kau tinggal sendiri?” Lanjutku memecah keheningan. Lagi, tak ada jawaban. Dasar aneh! Batinku. Aku mulai kesal dibuatnya, tanpa pikir panjang, aku beranjak pergi meninggalkan rumah tersebut. “Tunggu.” Lelaki tadi memanggilku. “Arnold.” Ucapnya sambil mengulurkan tangan. Akupun mengulurkan tangan tanpa ragu. “...

Lupa Bawa Nyali

Gambar
Aku memegang jantungku yang sedari tadi tak tenang. Tingkahnya tak karuan, bergeser ke sana dan ke sini, belum lagi lututku yang hampir copot, sepertinya tak kuat menopang tubuhku yang gemetar sejak puluhan menit yang lalu. “Kehujanan di mana, Kak?” adikku yang sedang duduk di ruang tamu bertanya ketika melihat tubuhku basah kuyup. “Di khayangan,” jawabku asal.

Pasar Malam

Gambar
Dua hari yang lalu ada pasar malam di seberang jalan sana, jaraknya hanya sekitar 100 meter dari rumahku. Aku suka pasar malam, aku ingin main komedi putar, kincir angin mini, melihat kerlap kerlip lampu, menikmati manisnya gulali, dan banyak lagi.  Kata ibuku, pasar malam yang satu ini agak berbeda dibandingkan dengan pasar malam lainnya. Pasar malam dekat rumahku hanya menjual dua macam hewan, kupu-kupu dan tikus. Dan ibu tak memperbolehkan aku ke sana. Pasar malam yang aneh , batinku sambil mengrenyitkan dahi. Aku tak berhenti di situ, keingintahuanku sangatlah besar, aku kembali mendekati ibu lalu bertanya, "Bu, kenapa saya nggak boleh ke sana? Saya suka liat kupu-kupu sama tikus juga kok."

Sembilan Purnama

Gambar
masdjie.wordpress.com Mungkin aku lebih beruntung dibandingkan seorang Cinta Ratusan purnama terlewati demi menanti kekasihnya, Rangga Mungkin pula kisah kita sama Walau tak sepenuhnya

Merangkai Kata dalam Bingkai (Fiksi Mini) #4

Gambar
BURONAN. Kemarin polisi menangkapku atas tuduhan tindak pencurian. Mencuri hatimu. (1) GAYA BATU Semenjak itu aku dikenal sebagai Malin Kundang. (2) PENGARAH GAYA "Mau gaya apa?" Tanya ikan pada murid-muridnya. (3) MATI GAYA Dor! Nyatanya bukan ke hatiku.

Merangkai Kata dalam Bingkai (Fiksi Mini) #3

Gambar
(1) HAMPIR PUNAH "Manusia itu harus dilestarikan." Ujar alien pada anak buahnya. (2) KEJUTAN MENJELANG PERNIKAHAN "Tapi aku sangat mencintainya." Ucap calon suamiku sambil menggenggam pria berkumis itu. (3) DI SEBUAH KANTOR Sebulan ini makin banyak tikus berkeliaran yang sukanya menggerogoti uang karyawan. (4) HATINYA KOSONG Setelah istrinya pergi dengan lelaki lain.

Merangkai Kata dalam Bingkai (Fiksi Mini) #2

Gambar
Aku datang lagi, merangkai kata demi kata yang mungkin tak mampu aku ungkapkan, kepadamu.. (1) TERLAMBAT DATANG BULAN "Maaf, aku ketiduran, setelah siang tadi berkencan dengan matahari. (2) HARI PERTAMA "Gimana? Enak jadi vampir apa manusia?" (3)  PENJILAT Anjing itu menjilat kata-kata yang terlanjur tumpah di jalanan.

Merangkai Kata dalam Bingkai (Fiksi Mini)

Gambar
Terkadang aku jenuh lewati waktu, mungkin karena tak ada kamu di sampingku. Terkadang aku menceburkan diri dalam kubangan kata, agar sepi tak terlalu menusuk kalbu. Aku mendapatkan banyak kata yang kemudian aku rangkai menjadi fiksi mini.. [intermezzo] (1) SERING TERLAMBAT Semenjak ia mulai mengoleksi jam karet. (2) ADEGAN PANAS Kedua aktor tampan itu membakar tubuhnya. (3) PUTUS CINTA Perkenalkan kekasihku yang baru, namanya RINDU.

Surat untuk Senja, Surat untuk Kamu

Gambar
Kau ingat senja itu? Senja yang mempertemukan kita? Di senja yang datang malu-malu, kita bertemu Aku memandangmu yang larut dalam kertas kanvasmu Aku mencoba menyapamu Kau hanya tersenyum lalu mengalihkan kembali pandanganmu Masih pada obyek yang sama :selembar kanvas dengan lukisan senja di dalamnya

Saat Kau Merindukannya

Gambar
Kau terbangun dari tidurmu, menatap sayu langit-langit yang tampak memutar, tubuhmu terbaring lemah di atas kasur, sekujur tubuh masih terasa sakit, entah mengapa, kau masih belum sadar sepenuhnya. Air mata, tetiba ada air yang membasahi pipimu, makin lama makin menjadi.. Oh, kau mengingatnya, sosok wanita yang tak pernah lelah mengingatkanmu dalam segala hal.

Biar Kubunuh Rindu itu Sayang!

Gambar
Kau tahu kan, bahwa aku sangat membenci rindu? Bahkan aku semakin benci bila rindu sudah merasuki  Relung  jiwa Aku benci merindumu,  Ay Ketika  Jingga  mulai menjemput Mega  berbaris rapi menantikan pulang Kita terbiasa bercengkerama dengan  Serenade Menikmati tiap bait lagu yang kau nyanyikan untukku Lagu terindah kita : nyanyian senja

Kala Senja Kita

Gambar
kala senja kita ombak beradu rupa dengan sang pemecahnya tiada ragu diri terberai tiada menyerah menggulung lagi melebihi kekuatan yang tadi

[JOKOWI] Tetaplah Tersenyum, Pak

Gambar
Gurat lelahmu terpancar jelas  Namun, cacian juga tak henti menerjangmu  Sedih?  Marah?  Kecewa?  Tak pernah kulihat engkau memusingkan hal-hal tersebut  Kadang aku berpikir, terbuat dari apakah hatimu?  Baiklah mungkin hanya aku saja yang tak bisa menahan amarah

[Fikber] Hujan dan Cemburu

Gambar
Putri Apriani, No.6 Tubuhku berada di pelukan seorang lelaki kekar, berkumis tipis, ketika aku tengah terjaga. Kepalaku terasa berat sekali, tubuhku masih bergetar hebat, napasku tersenggal. Kamu sudah sadar?” Tanya lelaki yang menyediakan dadanya untuk tempatku bersandar. Gie? Mulutku hampir saja mengucap nama itu, hampir saja. Untungnya aku segera tersadar, wajahku telah berubah. Aku harus tahu semuanya – apa yang terjadi ketika aku menghilang. Kali ini namaku bukan lagi Rheinara.

[FF100] Raja Hutan

Gambar
Kemarin ayahku membawa kabar baik, katanya ia akan segera naik jabatan. Kami menyambutnya dengan gembira. Menurut ayah, setelah naik jabatan nanti, ia harus menetap di luar kota, meninggalkan kami sementara waktu atau mungkin selamanya, ah entahlah.

[Fabel] Keluarga Kucing dan Pesan Terakhir Sang Ayam

Gambar
Di sebuah rumah, tinggal seorang anak perempuan bernama Anna dengan Neneknya. Mereka memelihara tiga kucing dan dua belas ayam. Setiap pagi sang Nenek dibantu Anna memberikan makanan kepada semua hewan peliharaannya itu.  Sekumpulan kucing telah siap berbaris, menanti kedatangan makanan lezat yang telah disiapkan Anna dan Neneknya. Sementara ayam-ayam masih saja mondar-mandir dan berkokok tak jelas.  “Dasar ayam-ayam tak jelas, bisanya hanya mondar-mandir saja.” Celetuk kucing berwarna putih.