Postingan

Menampilkan postingan dengan label prosa

Melestarikan Rindu yang Mulai Punah

Gambar
Begini, tempo hari kamu datang padaku dengan membawa satu kantong rindu yang terakhir. Katamu rindu sudah mulai punah, dan kamu tak mampu berbuat apa-apa. Aku menggelengkan kepala, tak setuju dengan perkataanmu. Sebegitu menyerahkah kamu tentang rindu-rindu yang tersisa?

Retak

Gambar
Aku berteriak. Kau tak mendengarnya. Kaca tebal ini menjadi penghalang sekaligus menyiksaku. Aku bisa melihat segala aktifitasmu setiap saat, hanya saja menyentuhmu aku tak mampu. Kugedor berkali-kali, tetap saja kau tak menengok ke arahku. Kuambil sebuah batu besar guna menghancurkannya, tapi semuanya sia-sia. Ingin rasanya ku memanjatnya, tapi ujung dinding kaca itu sejauh mata memandang. Mana mungkin aku sanggup memanjatnya. Barangkali tiada yang lebih kokoh daripada dinding ini : dinding hatiku yang terlanjur dingin Mungkin kamu telah mencobanya? Menaklukannya? Berhasilkah? Seringkali semuanya berakhir sia-sia