Postingan

Kaki yang Diam, Kaki yang Melangkah dan Roda yang Berputar

Gambar
luruh langit pedih kemudian menangis air menggenang meratapi nasibnya namun sesungguhnya: tiada yang sia-sia ada kaki yang diam sejenak. menanti langit bersedia hentikan tangis. menanti Tuhan mengabulkan segala harapnya. menanti malaikat meng-aamiin-kan doa-doa di kala hujan.

Balada Rasti dan Adin

Gambar
“Pryang!!!” Sebuah suara keras terdengar jelas dari dalam rumah. Sepertinya suara piring yang dilempar kemudian pecah berkeping-keping. Ada suara lainnya juga yang Rasti dengar, yaitu tangisan ibunya. Ibunya yang menangis sambil menggendong adik kecilnya yang masih balita. Ibunya yang menangis karena bertengkar dengan ayahnya. Rasti menutup telinganya dengan kedua tangan. Hampir setiap hari kejadian serupa terjadi, baik siang maupun malam. Sama halnya dengan Rasti, para tetangga pun ikut tutup telinga atas pertengkaran kedua orang tuanya. Anak perempuan yang usianya sudah pantas masuk sekolah dasar itu hanya bisa terdiam atau menangis melihat tingkah kedua orang tuanya. Bahkan, tanpa rasa iba, ayahnya kerap kali memukuli Rasti juga adik-adiknya.

Ada Anak Bertanya pada Ibunya

Gambar
Udin mengusap-usap perutnya yang keroncongan, sudah sejak tadi ia menahan rasa lapar yang mendera. Langkah kakinya yang gontai seakan mengajaknya ke sebuah kedai Pizza yang terletak sekitar lima puluh meter saja dari posisinya saat ini. “Bu, Udin laper.” Ibunya mengangguk, lalu dengan sabar mengatakan, “sabar ya Nak, sebentar lagi kan kita sampe di rumah.” Udin mengiyakan kata-kata ibunya, namun kakinya tak mau berhenti, menuju kedai pizza tersebut. “Bu, itu makanan apa?” tanya Udin mendekati jendela, di mana para pengunjung tengah asyik menyantap slice demi slice pizza yang terletak di atas meja mereka.

Seporsi Tahu Gejrot Ketika Hujan Datang

Gambar
Sore itu Jakarta diguyur hujan. Semua berlarian mencari tempat berteduh. Menunggu. Belasan menit terlewati, semua kembali seperti sedia kala. Seperti penjual tahu gejrot yang kembali meracik dagangannya dengan sepenuh hati. “Ah, rupanya rezeki masih berpihak padaku,” batinnya, ketika beberapa pembeli datang mengantri.

Cinta yang Terpaksa Dikubur Hidup-hidup

Gambar
aku menyaksikkan ratusan rindu mengepakkan sayapnya mungkin mereka ingin mem bawa rinduku terbang terbang menemuimu tapi, mungkinkah? ah, semua itu hanya omong kosong! hanya sebuah khayalan yang merengek pada tuannya

Untuk Lelaki yang Berhasil Menyia-nyiakanmu

Gambar
untuk lelaki yang berhasil menyia-nyiakanmu mungkin hatinya telah hilang dirampas wanita-wanita tak punya malu yang hanya harapkan berkantong-kantong uang raganya yang mulai layu jiwanya yang merasa terbuang jalani hidupnya yang seolah jemu sementara imannya makin kian kerontang

Kalah Pesona

Gambar
Hati Bimo kini sedang berbunga-bunga. Bagaimana tidak, seminggu yang lalu status jomblonya yang sudah melekat selama bertahun-tahun akhirnya lepas juga. Rini, nasib gadis tersebut ternyata tak secantik wajah dan body nya yang aduhai. Nasibnya kurang beruntung karena ia yang akhirnya jatuh ke pelukan Bimo, yang jelas-jelas pernah menyandang status ‘jomblo karatan’. “Beb, aku bener-bener sayang sama kamu loh,” ucap Bimo pada Rini yang tengah asyik dengan gadgetnya. “Sama, Beb.” “Kok kamu datar banget sih jawabnya?” tanya Bimo heran. “Wajar lah, Beb, kan hari ini aku belom ngemall .” Bimo yang tengah asyik-asyik tiduran di sofa, secara spontan langsung berdiri dan menggandeng tangan Rini, ia bergegas mengajak Rini ke sebuah mall ternama di Jakarta. Sesampainya di sana, Bimo mempersilahkan kekasihnya itu untuk bebas mengambil barang yang Rini suka, berapapun harganya.