Pergilah dengan Senyuman
Mbah, beberapa waktu yang lalu kita sempat bercengkerama. Membicarakan ini itu yang seakan tiada habisnya. Kau pendengar setiaku kala itu, menguatkan aku dengan segala nasihatmu.
Aku hanya ingin mengembangbiakkan kata-kata, agar ia tak sia-sia berlari dalam pikiranku.